Efek delay. Benarkah ada?

June 6th, 2008 by miemooth

Seorang teman bercerita, buku “The Secret” yang best seller itu menuturkan bahwa segala impian, harapan, dan cita-cita seseorang mengalami efek delay. Gue sih sebenernya belum baca semuanya, tapi rasanya nggak begitu excited nerusin. Percaya atau tidak (menurut buku itu beserta pengalaman yang diceritakan di dalamnya) semua keinginan kita suatu saat nanti akan tercapai, semua hanya mengalami penundaan. Dengan catatan, kita tak hanya bercita-cita, tapi juga bener-bener menginginkannya segenap hati, extremely desire and extremely sure. Tapi nggak segampang itu juga. Intinya, tetep….USAHA DAN KERJA KERAS.

Bukannya pesimis, tapi kenyataannya yang gue banyak lihat, nggak semua kerja keras buat menggapai cita-cita berbuah manis sesuai keinginan. Ada kalanya takdir malah menyeret kita ke jalan lain, dan melenceng jauh dari keinginan kita sesungguhnya. Contohnya banyak, Salah satu sahabat gue rela hijrah ke Jakarta buat memperdalam Broadcasting, tujuannya apalagi kalo memang nyari kerjaan di bidang itu. Tapi, ternyata eh ternyata, Nasib menentukan lain. Sekarang dia malah menjadi Sekretaris Redaksi di salah satu Koran terbitan Ibukota. Nggak perlu jauh-jauh, Gue yang dengan segenap hati pengen jadi wartawan, eh malah nyasar jadi AE malah sahabat gue yang lain yang beneran jadi wartawan  . Terus sahabat gue yang lainnya, dia pengen banget hijrah dan kerja di Jepang, eh tapi sekarang dia malah jadi PNS di Serang, Wiii….rasanya lucu banget dengan kenyataannya.

Tapi so far, gue mungkin juga percaya kalo efek Delay itu memang ada. Buktinya, rencana gue buat kuliah akhirnya terealisasi. Gue ngerasa kekuatan tekad gue yang akhirnya ngebawa gue sampai di saat ini. Cukup lama sih gue nunggu, 2 Tahun, tapi toh akhirnya kesampean juga dengan biaya sendiri.

Menurut gue Poinnya impas sekarang. Ada yang bener-bener kena efek delay, ada yang emang nggak bisa gue capai. Sekarang yang gue coba pahamin adalah, mungkin cita-cita dan keinginan yang kena efek delay hanyalah cita-cita yang memang dirasa baik bagi Allah buat kita. Saat kita mendapat kenyataan yang justru berbeda jauh dengan keinginan, pastinya Allah mengharap kita belajar sesuatu dari semua itu.

Sekarang gue berharap, ya Allah berikan efek delay untuk:

1.      Bisa beli Laptop mahal pake uang sendiri…

2.      Bisa jadi anak buahnya Andy F Noya.

3.      Bisa nulis buku dan diterbitin.

4.      Bisa S2 di Eropa tanpa takut hidung mampet karena alergi dingin.

5.      Bisa punya book store sendiri.

6.      Bisa jadi istri Dokter dan jangan sampe punya suami Polisi atau keparat-keparat keamanan lainnya ato Pejabat berperut gendut …(hihihihiihihii… ;-)

AAAAMMMMIIIIINNNNNN…….!!!!

6 Juni 08

limbung

April 2nd, 2008 by miemooth

Aku limbung

bangkit dalam abu-abu

namun terus teriris sembilu

apa itu bebas, kebebasan, dan membebaskan?

sungguh aku pilu…

desau ragu menderu seiring lelah berpasrah

aku ingin henti,

bayang tetap belati…

mengikat dan membebat lekat dan erat

bagaimana henti dan bebas merelakanku?

melangkah beribu dari kaku beku…

sungguh aku pilu…

April 2nd 2008

Sakit jiwa??

April 1st, 2008 by miemooth

Susah banget ya bangun tengah malem? Gue tahu betapa indahnya Qiyamul lail, tapi rasanya mata gue terlalu rapet untuk dibuka pas waktu itu dateng. Gue tau, terapi yang paling bagus buat orang sakit jiwa kayak gue ya Solat Malem. Berpasrah, mohon ampun, mengadu dan menangis sepuas hati sama pemilik sah kita, Allah SWT.

Mungkin gue emang  sakit jiwa.

Obsesif kompulsif. (mungkin)

atau apapun isitilahnya.

Yeah, gue sakit jiwa. Kalo gue terus merasa nyaman berkubang dalam masa lalu, apa bukan sakit jiwa namanya?! Sekarang gue cuma mau bebas. Melepas kenangan buruk masa lalu dengan total. Nggak perlu melibatkan diri lagi dengan yang namanya dendam, buruk sangka, atau hal-hal yang merusak hati. Butuh perjuangan keras buat bisa ikhlas dan rela, tapi kelelahan gue udah nggak terlalu mempedulikan kesulitan itu. Eh orang sakit jiwa bisa lelah juga ya? Yeah, saking lelahnya gue pengen banget pulang…

Allah ajariku mencintaimu lebih daripada aku mencintai makhlukmu…

Allah, bolehkah aku Pulang??

March 17th, 2008 by miemooth

Gue ngerasa jadi zombie. gue punya badan, bernapas, bekerja, makan, tidur, bicara, ketawa, tapi serasa gak hidup. Nyaris gak ada kesenangan, kesedihan, atau bahkan kemarahan. Hidup gue berjalan terlalu lurus…terlalu lancar…nyaris nggak ada riak dan nggak ada batu penghalang. Bukannya gue nggak bersyukur, tapi gue ragu…jangan-jangan gue bukan termasuk golongan orang yang disayang Allah…Walo gue bukan tipe penghapal Al-quran, gue tau ada ayat yang menyinggung bahwa ujian dan cobaan Allah adalah tanda Cinta Allah pada hambanya…

Pada tahap ini, entah kenapa, gue bener-bener pengen ketemu ma Allah, secara Harfiah…Gue bener-bener rindu…pengen rasanya gue ngadu dan nangis sepuas hati…Memohon sepenuh hati agar Allah nggak ninggalin gue, nggak memanjakan gue dengan magnet duniawi, dan mengizinkan gue pulang…

Ya…pulang….

Terlalu banyak godaan di dunia….gue lemah…amat sangat…gue takut tumpukan dosa gue bertambah sementara rintihan taubat gue belum sedikitpun didengar… Gue ngerasa bener-bener hilang, nggak punya arti dan nggak beresensi…Apakah gue nggak layak untuk Dicintai Allah?

Gue bener-bener rindu untuk pulang…Pulang ke rumah yang sebenarnya…Mungkin, gue belum terlambat ngedapetin lagi cinta itu…

Rabb, Dimanakah aku….?

Tersesat dalam gegap gempita dunia….

tanpa peta….hanya raga tak berjiwa…

Aku rindu…

Pulang dan berlindung dalam dekapmu…

Pulang dan memunguti kembali cintamu yang telah kutepis bertahun-tahun lalu…

Rabb…aku benar-benar ingin pulang….

17 Maret 2008

siapa yang salah..?

February 25th, 2008 by miemooth

Siapa yang salah….? apa yang salah….? gue nggak tahu…

Siapa yang marah…? Apa yang bikin marah…? gue tahu tapi apa gue berhak untuk itu, gue tetep nggak tahu…

yang gue tahu, gue tersiksa….

yang gue tahu, gue masih sayang dia….sayang banget…

Tapi mungkin dia terlalu marah, terlalu kecewa, terlalu nggak ngerti semua tentang gue….

Now I’m wondering…

Apa masih ada ruang untuk sebuah maaf….?

Matikah menenggak madu? hanya jika kau terbalut rindu sendu maka manisnya akan perlahan membunuhmu…

Jika ya, aku akan memilih mati dengan mata terbuka…

Karena pejam akan membawanya lagi padaku….merayuku beku…

Rinduku meradang terhalang terkepal dendam,

Rintihku mengalun terselubung rimba amarah…

Namun Perlahan,

Kepal dendam meregang karena rindu semakin meradang,

rimba amarah terbabat senandung rintih mengalun tanpa putus….

22 Ferbuari 2008

Balada the rangers dan Balada kera

February 18th, 2008 by miemooth

Layar terbuka….Di hadapan gue secara perlahan terlihat pemandangan sekelompok kera dari berbagai jenis dan ukuran menatap balik ke arah gue…Luar biasa!! Di tangan “mereka” masing-masing terdapat satu buah alat musik..Gitar,drum, Bas betot yang super gede itu,organ,bahkan ukulele…Luar biasanya lagi,mereka semua bisa bicara…!! Mereka memainkan alat musik itu sambil guyon sana-sini…saling cela dan ejek dengan konyolnya…mau tak mau, kami yang menonton tertawa geli, ikut bernyanyi dan bertepuk tangan..tidak terlalu istimewa tapi cukup menghibur…

Nggak percaya? Mereka benar-benar ada…di wahana Balada Kera, Dunia fantasi…

Bertahun-tahun, dengan robot kera yang sama,dengan skenario yang sama, lay out panggung yang sama, lagu yang sama,bahkan guyonan yang sama (begitu kata bom2, sahabatku) Wahana itu tetap ada yang menonton…termasuk gue, bom-bom, dan Mbak Pipi (Boms2’s sister). Kami baru saja selesai berbasah-basah ria di Niagara-gara…Menunggu waktu maghrib,dan sekedar melepas lelah sebelum melanjutkan acara bermain kami memutuskan masuk wahana itu.

Selesai pertunjukkan, kami beranjak menuju musholla. Maghrib datang. Berbeda dengan suasana sebelum masuk wahana itu yang penuh kikikan tawa, gue dan bom2 terdiam. Masing-masing sibuk dengan pikiran sendiri. Lama tak ada yang bersuara, Gue berinisiatif angkat bicara.

“Bom…coba ada anak-anak ya…pasti tadi kita di dalem ejek-ejekan juga sama kayak monyet2 itu…”

Bom2 mengangguk pelan.

“Iya Mi…gue juga kangen…pasti kita bakal lebih parah dari monyet2 itu…”

The rangers, Begitulah kami menyebut diri kami. Kombinasi manusia-manusia aneh dengan berbagai bentuk,dimensi,dan karakter. Perbedaan hanya menjadi warna. Pertengkaran hanya menjadi rona. Tapi satu yang kami tahu, kami hanya ingin bersama.. Kami saling menyayangi dengan cara kami masing-masing. Kami saling menggenapi tanpa perlu menghilangkan keganjilan pribadi. Kami bersama mengukir sejarah di hidup kami masing-masing, dengan kegilaan dan keegoisan masa akhir remaja dan gerbang dewasa. Saling terbelit, terkait, terikat namun leluasa bergerak tanpa perlu lenyap.

Tapi itu dulu.

Waktu dan hidup dengan ringannya memaksa kami melangkah masing-masing. Dengan arus yang telah ditentukan tiupan angin sang maha…

Gue, mesti putus sementara dari ilmu karena tuntutan hidup. Gue “ranger” pertama yang mencicipi kerasnya diinjak,disikut,dan ditelikung dalam dunia keras yang sesungguhnya, Sekaligus menikmati sepoinya kipasan-kipasan angin uang hasil jerih payah sendiri.

Berselang beberapa bulan setelah kelulusan, bom-bom dan elis menyusul ikut menikmati “indahnya” dunia yang udah gue masuki. Breki sampai saat ini sedang berjuang keras memasuki dunia ini juga.

Mamak,

Gatot,

Doddy,

Azis,

Semua melanjutkan mimpi untuk dunia yang lebih tinggi. Meraih apa yang saat ini belum bisa gue raih.

Arah, kondisi, tujuan, dan keinginan yang berbeda mengharuskan kami menelan pahit bulat-bulat. Waktu, jarak, dan berbagai faktor lainnya meminimkan interaksi kami satu sama lain. Prasangka, ego, keangkuhan, dan keacuhan perlahan mulai mengikis ikatan kami. Menggerogoti belitan persahabatan yang berarti. Dan semakin menjauhkan gue dari dunia penuh warna itu.

Gue kangen mereka….kangen saat-saat penuh atmosfer hidup itu…kangen saat-saat aura menyenangkan dan mengesalkan itu memenuhi dada gue…. kadang manis,tapi sesat…kadang pahit,tapi nikmat…

Apapun itu, semua bikin gue belajar….Pelajaran yang berharga banget buat gue…

Setelah sekian lama mencari dan mencoba mencuri waktu, akhirnya gue dan bom2 akhirnya bisa meluangkan waktu sama-sama…

Pertemuan menyenangkan namun sepi…

Tawa yang renyah, tapi tak meriah….

Gue sadar, sedikit banyak, gue bersalah….andil gue besar dalam penggerogotan perlahan hubungan luar biasa kami…hubungan istimewa yang gue tahu nggak akan tergantikan oleh apapun…area pribadi gue yang tersakiti perlahan membangun keangkuhan dan mengeraskan ego, menyulap gue jadi pribadi yang gue malu untuk menyebutnya. Tapi, apapun itu, gue tahu bagian terdalam di diri gue tetap menyimpan kepedulian dan rasa sayang teramat besar pada orang-orang berarti ini. Berharap suatu saat masih ada waktu yang digariskan sang maha untuk kami kembali duduk bersama, sekedar menikmati soto A3, ayam kecap sayur ala pedro, saling mengatai monyet, babon, wirog, atau beramai-ramai ngerental komputer A bubuy di sebelah kostan gue, sambil panik dengan deadline tugas pak sahala.

Rangers, wish you happy wherever you are….

Love you all….

Really…

really have to move on…

January 31st, 2008 by miemooth

too much mistake….

January 30th, 2008 by miemooth

Entah kenapa,rasanya terlalu banyak yang salah dengan keputusan2 yang gue ambil…keputusan yang diambil dalam keadaan ragu,takut,dan pesimis..

Gue benci sifat gue yang plin-plan, peragu, dan terlalu terpengaruh masa lalu…jadi serba takut buat melangkah….

Sekarang cuma tinggal nyeselnya aja…

past not was for me…why?????

January 28th, 2008 by miemooth

Adalah sebuah kebiasaan aneh dan buruk dengan terus memelihara masa lalu sedemikian apiknya…gue nggak bisa nyangkal,apa-apa yang terjadi di hidup gue masa lalu pengaruhnya sangat besar…

(Terkadang) Gue adalah orang yang sulit memaafkan,dan sulit melupakan…jadi kemarahan gue di masa lalu bisa jadi dendam yang mengganggu..kesedihan masa lalu juga nggak akan pernah bisa hilang dan ngusik gue sepanjang hidup..

Berlebihan…dan memang sangat sangat tidak nyaman…tapi bagaimanapun gue berusaha ikhlas dan nerima semua itu,rasanya tetep aja gue nggak bisa bebas…

gue geram,gue muak,dan lelah karena nggak pernah bisa memahami diri sendiri…apa yang gue mau dengan kondisi emosi gue nggak pernah sejalan..nggak pernah bisa kompak,malah terus bertolak belakang…

AAAAAARRRRGGGGGGHHHHHH….!!!!!!!

GUE CAPEK…!!!

Forgiven not forgotten….

Past not was…WHYYYYY????

have no things to write down…..

January 21st, 2008 by miemooth

pengen nulis, tapi nggak tahu mau cerita apa…seminggu ini luar biasa sibuk….setelah beres dengan kesibukan jadi event organizer,tumpukan kerjaan langsung menghadang begitu balik ke kantor, padahal tidur aja masih belum cukup…pagi tadi gue bangun seakan kepala gue diguyur seember lem sampe2 kepala terus nempel di tempat tidur…nggak berdaya ngangkat kepala…

materi dua majalah masih terkulai lesu di salah satu folder komputer..menunggu untuk dituntaskan…belum lagi klien2 yang mesti di follow up…wiii riweuuh..

pfiiiuuuhhhh….cape..rasanya badan rontok…tapi so far, I love my jobs….