Archive for December, 2007

Thats the real Love I guess..

Sunday, December 30th, 2007

Hmm…actually..I dont know what to share here… Berjuta rasa senang, sedih, miris, sakit, ironis sekaligus menggelikan tercampur di dalam sini.

Ya..di dalam sini…

OK..OK bahkan gue sendiri nggak tau mesti mulai darimana…

sebuah hubungan bisa dimulai saat dua anak manusia berkomitmen dengan dasar saling percaya dan saling sayang. Teoritis banget ya? sayang aja nggak cukup buat menciptakan sebuah hubungan yang kuat kalo kepercayaan nggak ada…

Berangkat dari pengalaman yang sangat tidak mengenakkan, wajar aja kalo seseorang butuh banyak waktu untuk mulai lagi jatuh cinta…

Tapi ternyata cinta tak mampu menunggu terlalu lama…

Pasrah saat akhirnya letupan-letupan rasa itu berhenti, dan memilih untuk angkat kaki….

Ada banyak hal yang gue pelajari saat sebuah perasaan kehilangan mendominasi.

Pertama, Jangan menyangkal

Kedua, Jangan Memendam

Ketiga, Jangan sia-siakan waktu

Keempat, Mulailah sekarang!!

Sebuah momen tersaji begitu aja di depan gue, dan meluaplah semua…Gue emang yakin kalo gue udah terlambat…theres no doubt about it…kenyataannya letupan-letupan itu memang bukan lagi buat gue…Gue bersyukur jadi orang yang sangat pasrah dan tahu diri…sehingga nggak perlu ngerasa sakit saat kenyataan itu terpampang di depan mata tanpa ada filter sama sekali…No sensored…

Dia berhak menghadiahkan letupan-letupan itu untuk seseorang yang lain,dan

Gue lega dengan apa yang akhirnya gue ungkapin…

Told him that I Love,

Told him that I Miss,

And Told him that I care…

Pada tahap ini gue ngerasain betapa tulusnya rasa sayang tanpa tuntutan…

Nggak peduli dia punya 100 wanita di luar sana,

Nggak peduli dia datang hanya saat gue adalah perempuan terakhir di dunia,

Nggak peduli saat dia berkata "Kamu bukan siapa-siapa buat aku..Jangan berharap apa pun…"

Sebuah pernyataan yang menggelikan karena kenyataannya, gue udah sampai di tahap bahwa sebuah status dan pengakuan bukanlah lagi hal penting. Kalaulah status itu penting, dari dulu dia nggak akan gue lepasin dia walopun rasa sayang gue tanpa rasa percaya…kadar percaya yang nyaris nihil…

Yang terpenting bagi gue sekarang adalah kelegaan dari sebuah kejujuran…After all, I’m sure that I have to move on…Gue nggak punya hutang lagi ma diri gue sendiri…Nggak ada lagi rasa tersiksa itu karena rasa sayang memang untuk diungkapkan…Rasa sayang yang gue rasa nggak mengharuskan dia eksis di hidup gue selamanya….

Gue sendiri masih takjub dengan ketegaran gue…Bisa tertawa geli dengan kenyataan gue (mungkin) dipermainkan,dianggap persinggahan sementara yang nggak terlalu penting, atau dengan kenyataan dia datang hanya saat dia butuh… Ini bukan pasrah,apalagi kalah…Cuma berusaha membiarkan letupan-letupan itu diarahkan pada sasaran yang benar, dan membiarkan dia dengan pilihannya…Thats the real Love I guess..

parade kata

Thursday, December 27th, 2007

Perih tak kunjung sunyi disini.. sepi kian meradang,hati tetap tersayat pasti.. Cintamu membunuhku.. Menghisap rohku hingga pepat dan lumat.. Telak,Mutlak,Skak Mat!!!! (oktober 2007)

  • Muram melukis legam pada tiap getar…
    jelaga tak kunjung menjelma suci..
    siang malamku pucat pasi,membiru dalam rindu pilu tak berkesudahan..

    Hatiku lebam tertampar,ragaku kulai terkapar…
    Aku rindu lantun jantungmu..
    Lihatlah pijar bintang,
    sebanyak itulah aku mampu mengeja…

    Aku rindu…
    Rindu sekali genggammu.. (oktober 2007)

  • Tak pernah sepi senyaring ini..
    Diamnya pekak di telinga,bisunya menggetarkan raga…

    ssssttt…
    Hampa memekik,
    menusuk dan mengusik…

    Aku terkulai merindu ia yang berderap menjauh dalam gegas…

    sungguh ku rela berjuta bingar menyapaku segera…agar sunyi tak memadamkan nyala dalam getar nyawa… (november 2007)

  • cita-cita adalah sebuah akhir..benarkah?

    Thursday, December 27th, 2007

    banyak orang berangan-angan mewujudkan impian…jatuh bangun jungkir balik jumpalitan koprol sana-sini cuma buat ngerasain kekuatan sebuah pencapaian…yeah, sebuah pencapaian adalah suntikan gairah maha tinggi yang bisa bikin semua hal negatif bertransformasi jadi sangat positif… Bisa dibilang, hampir 70% keinginan gue dikabulkan sang maha mulia. Bisa jadi penulis, mandiri tanpa tergantung orangtua, menikmati hidup, menikmati pekerjaan, bisa ngejajanin keponakan dan sepupu2, dll….cuma satu yang belum tercapai…kuliah lagi. tapi dengan sedikit kerja keras lagi, gue yakin bisa segera ngewujudin keinginan itu.

    Tapi pada tahap ini…setelah gue ngerasain betapa beruntungnya gue, diberkahinya gue, dan bahagianya gue, ada sebuah ketakutan besar…apa yang mesti gue lakuin kalau gue nggak punya mimpi lagi untuk dikejar? gue adalah manusia yang nggak terlalu muluk mengharapkan sesuatu… hidup bahagia dengan rezeki dan berkah Allah, rasanya semua udah cukup…gue udah bersyukur dengan apa yang gue jalanin sekarang…bersyukur dalam arti yang sebenar-benarnya. Kalau udah begini,apalagi yang mesti gue kejar? kehilangan manusia-manusia berharga udah sering gue alamin, tapi gue tetep bisa bangun lagi. Kalau kehilangan impian dan cita-cita? pasti hidup gue nggak lebih berharga dari hidup sebagia zombie….punya tubuh yang bergerak tapi nggak punya essensi…

    Ya Allah…jangan jadikan aku orang yang tersia-sia…Amin